PENGASUHAN ANAK PADA PERNIKAHAN DINI

Posted: Juni 13, 2013 in Psikologi Perkembangan

PENGASUHAN ANAK PADA PERNIKAHAN DINI

            Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh pasangan yang belum mencapai usia minimal diperbolehkannya seseorang untuk menikah. Untuk laki-laki adalah 21 tahun sedangkan wanita 18 tahun. Usia pasangan yang terlalu muda disarankan untuk tidak menikah, hal ini dikarenakan oleh keadaan mereka yang relatif belum stabil. Secara fisik mereka masih lemah, apalagi untuk wanita yang belum waktunya mengandung. Hormon yang belum sempurna akan mempengaruhi kualitas kandungan pada bayi, mulai dari pemberian gizi pada kandungan hingga perawatan diri ketika mengandung. Usia yang masih muda juga rentan berubah secara psikologis, terutama ketika mereka menghadapi tekanan-tekanan yang belum seharusnya mereka alami.

            Hal ini akan berdampak pada pengasuhan pasangan terhadap anak mereka. Keadaan yang belum stabil (secara fisik dan mental) akan membuat orang tua relatif melakukan pola pengasuhan yang otoriter atau permisif, baik permisif indifferent maupun permisif indulgent.

Pola pengasuhan yang otoriter menuntut anak untuk selalu mengikuti kemauan orang tua. Dominasi langsung orang tua akan membuat anak merasa diremehkan, kurangnya pengertian akan kebutuhan pribadinya dan anak menjadi mempunyai tanggung jawab yang berlebihan karena adanya tuntutan dari orang tua. Akhirnya anak menjadi mudah cemas dan cenderung tidak memiliki rasa aman. Anak pun akan memiliki ketrampilan diri yang rendah (karena selalu dituntut oleh orang tua) dan selalu membandingkan diri dengan lingkungan sosial. Kebutuhan neurotik akan kekuasaan akan membuat anak menerapkan strategi moving againts (agresi) dengan mengeksploitasi orang lain. Harga diri dan prestasi pribadi juga menjadi kebutuhannya untuk menghilangkan kesan selalu diatur oleh orang tua.

 

Orang tua yang masih muda juga cenderung melakukan pola pengasuhan permisif indulgent, yaitu terlalu terlibat di dalam kehidupan anak. Hal ini menyebabkan anak merasa terisolasi dari kehidupan anak yang lain dan merasa terlalu dilindungi. Terkadang orang tua juga membanggakan anak secara berlebihan, sehingga anak merasa harus sempurna. Kebutuhan neurotik akan keinginan untuk berdiri sendiri dan memiliki independensi serta kebutuhan untuk menjadi sempurna membuat anak menggunakan strategi moving away (withdrawl). Hal tersebut dilakukan karena anak ingin mempunyai dunia mereka sendiri tanpa selalu diawasi oleh orang tua.

Pengasuhan permisif indifferent biasanya dilakukan oleh orang tua yang aktif dalam mencapai karir atau sedang mencari kemapanan secara ekonomi. Anak menjadi tidak penting sehingga mereka sangat tidak terlibat dalam kehidupan anak. Orang tua menjadi masa bodoh dan tidak membimbing anak dengan sungguh-sungguh. Anak merasa tidak mendapatkan keadilan dan di-diskriminasi oleh orang tua. Sehingga menjadi pribadi yang mempunyai kendali dan kemandirian buruk karena tidak pernah diajari atau dilatih oleh orang tua. Kasih sayang dan seseorang yang mengurus dia, menjadi kebutuhan neurotik yang harus dipenuhi membuat anak melakukan strategi moving toward. Dengan menunjukan kasih sayang dan perhatian kepada semua orang agar diberikan perhatian lebih.

Pada usia muda orang tua cenderung belum stabil emosi dan psikisnya, tidak jarang terjadi perceraian atau suasana yang kurang hangat dalam keluarga. Keadaan tersebut juga membuat anak melakukan moving toward karena membutuhkan kasih sayang dan seseorang yang mengurusinya.

Berikut ini ada beberapa saran bagi orang tua yang melakukan pernikahan dini maupun lingkungan yang terdapat kejadian seperti di atas :

  1. Menggunakan pola pengasuhan otoritatif, yaitu mendorong anak untuk mandiri namun tetap melakukan pengendalian akan batas-batas yang ada.
  2. Seimbangkan antara kebutuhan dalam ekonomi, pribadi dan anak.
  3. Memberikan kepercayaan pada anak dan rasa aman yang tidak berlebihan.
  4. Untuk lingkungan, harus memperhatikan dan mendukung orang tua yang masih muda agar mempunyai pola pengasuhan yang benar.
  5. Ketika ada anak yang mempunyai kebutuhan neurotik, cobalah untuk dipenuhi agar masa akan-anak mereka tidak terganggu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s