Antropologi Psikologi

Posted: Juni 12, 2013 in Antropologi

Antropologi Psikologi

 A.    Antropologi dan Psikologi

Antropologi Psikologi (Phychological Antropology) adalah bagian dari ilmu Antropologi yang berkembang pesat, sehingga sudah menjadi suatu bidang ilmu tersendiri. Nama Antropologi Psikologi ini dianjurkan oleh seorang antropolog Amerika Serikat yaitu Francis L.K. Hsu, sebelumnya biasa dikenal dengan nama Kebudayaan dan Kepribadian (Culture and Personality) atau disebut juga Psikologi Suku Bangsa (Ethno Psychology).

Ember dan Ember (1985 ; 388) Antropologi Psikologi adalah studi yang dilakukan oleh para ahli Antropologi yang tertarik pada perbedaan psikologis di antara dan di dalam suatu masyarakat dan persamaan psikologis pada rentang yang luas pada masyarakat manusia. Sementara itu kita juga mengenal istilah Psikologi Lintas Budaya (Cross-Cultural Psychology) yaitu studi yang dilakukan para ahli psikologi terhadap dua atau lebih masyarakat.

B.     Sejarah Perkembangan Ilmu Antropologi Psikologi

Menurut Koentjaraningrat (1990 ; 45-46) ilmu antropologi psikologi muncul karena ada beberapa sarjana antropologi yang selama penelitiannya di lapangan menemukan bahwa beberapa manusia dalam kehidupan masyarakat dan kebudayaan non-Eropa-Amerika yang mereka amati ternyata bertentangan dengan apa yang pernah mereka pelajari dari ilmu psiokologi. Psikologi memang berkembang berdasarkan kehidupan masyarakat dan kebudayaan Eropa Barat dan Amerika, sehingga terkadang terdapat konsep-konsep dan atau teori-teori psikologi yang tidak dapat diterapkan secara universal di luar masyarakat Eropa Barat dan Amerika. Seperti pada masyarakat dan kebudayaan di Asia, Afrika dan kawasan Pasifik.

Milton Singer (dalam Danandjaja, 1988; 5) berpendapat bahwa terdapat tiga kelompok permasalahan besar dalam penelitian antropologi psikologi yaitu :

  1. Kelompok hubungan kebudayaan dengan sifat pembawaan manusia (human nature)
  2. Kelompok hubungan kebudayaan dengan kepribadian khas kolektif tertentu (typical personality)
  3. Kelompok hubungan kebudayaan dengan kepribadian abnormal.

Dari ketiga kelompok permasalahan besar itu timbul beberapa pokok permasalahan penelitian seperti : “hubungan antara perubahan kebudayan dengan perubahan kepribadian” dan “hubungan antara perubahan kebudayaan dengan kepribadian abnormal”.

C.    Metode-Metode dalam Antropologi Psikologi

Sebagaimana halnya dalam penelitian-penelitian antropologi, maka cara pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian antropologi psikologi umumnya adalah metode etnografis, berupa wawancara dan pengamatan. Akan tetapi karena yang dibahas dalam antropologi psikologi tidak hanya terbatas pada kebudayaan yang terlihat saja (overt), akan tetapi juga menyangkut hal-hal yang tidak dapat dilihat langsung (covert), seperti nilai-nilai atau dinamika psikologis suatu masyarakat tertentu, seringkali metode etnografis tidak dapat memecahkan masalah secara memuaskan.

Oleh karena itu, pada awal abad ke-20 muncul perkembangan baru dalam upaya mempertajam metode penelitian yang bersifat lebih ilmiah dan lebih eksak. Dikembangkan pula metode yang pada umumnya digunakan oleh kalangan psikolog, terutama pada cabang psikologi klinis. Yaitu :

1.      Metode Eksak atau Metode Tes Proyeksi

A.Kardiner (seorang psikolog) dan R. Linton (seorang antropolog) bekerjasama mengembangkan metode eksak, yaitu menganalisis watak individu dengan menggunakan teknik tes-tes proyeksi. Menurut Sadli (dalam Koentjaraningrat, 1994; 220-221) proyeksi adalah istilah yang seringkali digunakan dalam psikologi klinis maupun psikologi sosial. Secara historis istilah projection berasal dari aliran psikoanalisa dan untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Sigmund freud pada tahun 1894 dalam karangannya yang berjudul The Anxiety Neurosis.

2.      Metode Riwayat Hidup atau Biografi

Individual life history adalah istilah yang sering digunakan di kalangan ahli antropologi psikologi, adalah data yang mengumpulkan semua keterangan apa yang pernah dialami individu-individu tertentu sebagai warga dari suatu masyarakat yang sedang dijadikan obyek penelitian.

Tujuan dari penelitian semacam ini adalah untuk mencapai pengertian tentang suatu masyarakat, kebudayaan dan tipe kepribadian suatu bangsa atau suku bangsa, melalui pandangan mata individu-individu yang merupakan warga dalam masyarakat bersangkutan.

3.      Metode Pencatatan dan Analisis Mimpi

Fenomena mimpi banyak dibicarakan dalam teori-teori Psikoanalisa. Oleh karena itu beberapa istilah yang akan dijumpai akan berdasarkan pada kerangkan pikir Teori Psikoanalisa. Beberapa istilah itu antara lain :

–          Isi impian (Dream Content) yaitu gambaran, kesan dan ide yang ditampilkan dalam impian.

–          Harapan impian adalah penyajian secara simbolis suatu harapan yang ditekan, atau yang tidak disadari, dalam bentuk suatu impian.

–          Interpretasi impian

4.      Metode Pengumpulan atau Analisis Folklor

Folklor menurut Ember dan Ember (1985; 439) adalah semua adat dan pengetahuan seperti mitos, cerita hikayat atau dongeng, takhayul, tebak-tebakan dan permainan yang hidup dalam masyarakat suatu kebudayaan tertentu. Folklor umumnya bersifat lisan, walaupun terkadang juga tertulis.

Menurut Danandjaja (1988; 150) Bentuk-bentuk folklor dapat dijadikan sebagai alat analisis data kelakuan kolektif masyarakatnya. Karena masing-masing memiliki fungsi yang menurut Bascom ada empat :

–          Sistem proyeksi

–          Alat pengesahan kebudayaan

–          Alat paedagogis

–          Alat pemaksa dan pengendali norma masyarakat

5.      Metode Survey Lintas Budaya

Survey lintas budaya menurut Danandjaja (1988; 140) berhubbungan erat dengan kajian-kajian korelasional. Penelitian yang menggunakan metode ini mulanya tidak melakukan penelitian lapangan. Hal ini disebabkan karena data-data yang dikumpulkan diperoleh dari data-data sekunder dari Human Relation Area Files (HRAF) dan terkadang ditambah dangan data-data dari sumber lain. Yang kemudian berkembang adalah usaha untuk menggabungkan dengan penelitian di lapangan. Bahkan pada akhirnya ada penelitian yang tidak menggunakan data sekunder dari HRAF lagi karena sudah dianggap ketinggalan jaman dan tidak dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah lagi.

Komentar
  1. asridwisari31 mengatakan:

    Reblogged this on LET'S WRITE! and commented:
    This is…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s