Penyesuaian Diri

Posted: Oktober 24, 2012 in Psikologi Perkembangan, Psikologi sosial

Penyesuaian Diri

Penyesuaian diri dalam derajat tertentu merupakan syarat mutlak tercapainya sehat mental.

Definisi penyesuaian diri:

1. Mengatur ritme hidup — mengelola diri dengan perubahan yang terjadi.

2. Belajar hidup dengan sesuatu yang tidak dapat diubah

Penyesuaian diri dapat diistilahkan dalam 2 kata yang berbeda maknanya:

  •  Adaptasi (adaptation)

Berarti individu melakukan penyesuaian dengan lingkungan — individu yang berubah agar sesuai dengan lingkungan.

  •  Penyesuaian (adjustment)

Berarti individu mengubah lingkungan agar sesuai dengan dirinya

Dua mekamisme tersebut dibutuhkan untuk penyesuaian diri yang baik. 

Ketidak mampuan menyesuaikan diri disebut maladjusted — dapat berkonotasi dengan abnormalitas dan normal — maladjusted tidak selalu abnormal, namun abnormal pasti maladjusted. Penyesuaian diri dapat dipandang sebagai : 

  1. Hasil. Sering dikatakan “penyesuaian diri baik”, lebih pada kemampuan, faktor situasional tidak diperhatikan
  2. Proses. Faktor situasional diperhatikan, sehingga penilaian melibatkan situasi yang dihadapi individu. Hal ini juga mengantarkan pada pemahaman bahwa individu normal, dalam situasi tertentu bisa mengalami “abnormalitas”.

Ciri-ciri penyesuaian diri yang efektif :

  • Persepsi yang akurat pada realita
  • Mampu beradaptasi dengan tekanan/stres
  • Memiliki gambaran diri yang positif
  • Mampu mengekspresikan perasaan dengan tepat
  • Mampu menjalin relasi interpersonal dengan baik

Kegagalan dalam Penyesuaian

Gejala yang dapat diamati akibat kegagalan dalam penyesuaian dan coping yang dilakukan:

  1. Tingkah laku aneh/eksentrik, yang menyimpang dari norma yang berlaku
  2. Mengalami kesulitan, gangguan, ketidakmampuan penyesuaian diri secara efektif dalam hidup sehari-hari
  3. Mengalami distres subjektif yangsering terjadi atau kronis. Masalah yang biasa dianggap luar biasa.

Gangguan Mental akibat gagal penyesuaian:

a.   Gangguan mental organik

Disebabkan luka di otak/sebab-sebab organik

b. Gangguan mental fungsional

Disebabkan karena salah belajar, gagal mendapatkan pola yang memadai untuk menyesuaikan diri dengan tekanan kehidupan, tidak ada sebab organik.

Dapat dibagi menjadi:

1) Psikosis, terdiri dari gangguan afektif (depresi), schizophrenia, paranoia/curiga

2) Neurotik, terdiri dari kecemasan, disosiasi, reaksi konversi, phobia, obsesif kompulsif.

3) Gangguan kepribadian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s